Coklat Sekelas Rolex Berasal dari Pohon Cacao Terlangka di dunia
Perjalanan menuju ke maranon canyon di peru utara seperti kembali ke masa lalu. rumah rumah berdinding lumpur memenuhi panorama di perbukitan. listrik yang masuk ke wilayah ini sekitar tiga tahun lalu, hanya tersedia di beberapa rumah dan pasokan listriknya sulit di tebak, hanya melayani lima hari dalam sepekan dan anda tidak akan pernah tahu kapan saja lima hari itu.
Dan hanya dengan beberapa jalan beraspal, warga di kawasan terpencil bergantung pada kedelai dan sepeda motor untuk kebutuhan transportasi. kondisi maranon canyon yang relatif tidak tersentuh oleh modernisasi adalah berkah karena disanalah pohon pure nacional menghasilkan salah satu biji kakao terlangka didunia.
Pohon cacao berasal dari hutan hujan amazon yang membentang sebagian besar peru modern. suku maya dan aztec melakukan fermentasi panggang dan mengolah coklat itu menjadi minuman pahit yang digunakan dalam ritual keagamaan sedangkan suku inca di peru dianggap tidak mengonsumsinya secara luas.
setelah terisolasi selama berabad abad pohon pure nacional di maranon canyon bermutasi genetik yang menjadi mereka dapat menghasilkan polong coklat dengan rasio lebih tinggi dan berwarna ungu
dari pada pohon-pohon yang ditanam berabad abad lalu di ekuador sebelumnya.
Buah-buah coklat itu dibiarkan utuh, sampaiu Pearson atau Horsley datang untuk memeriksa dan memastikan buah tersebut berisi biji-biji putih dengan proporsi yang benar. biji ini dipetik menggunakan tangan, Pearson atau Horsley membeli dari para petani di tempat itu dengan membayar 50% lebih tinggi dari harga pasar untuk mendukung para petani.
Biji-biji yang dipanen dibawa ketempat pengolahan yang terletak beberapa km dari perkebunan dengan burros (keledai) dan sepeda motor, biji biji ini dikeringkan dan di fermentasi sebelum dikirim ke pembuat coklat di swiss. para ahli coklat di dunia telah memuji Fortunato no 4 (coklatnya Rolex) karena cita rasa yang kaya, tekstur lembut dan tidak pahit.















